Minggu, 28 Februari 2016

22.47 - No comments

Materi Simple Present Tense (SMP)

Di dalam Bahasa Inggris, terdapat paling tidak 16 tenses atau bentuk waktu yang digunakan. Dengan menguasai bentuk waktu ini kita lebih mudah menguasai Bahasa Inggris. Tenses yang pertama kali diajakan biasanya “Simple Present ” memang kedengarannya membosankan, kenapa belajar Bahasa Inggris selalu tidak lepas dari tenses, tinjauannya grammar terus, bukankah tujuan mempelajari Bahasa Inggris adalah untuk tujuan komunikatif yakni menguasainya untuk berkomunikasi? Lantas kenapa mesti grammar yang bahas? Bagaimanapun Grammar adalah bagian dari penguasaan aspek Bahasa Inggris. Mempelajari Simple Present tense yang termasuk Grammar bagaimanapun juga penting dan menunjang Bahasa Inggris aktif untuk komunikasi.


Present Tense merupakan tenses Bahasa Inggris yang digunakan untuk mengeskpresikan aktifitas/kegiatan yang menjadi rutinitas berulang-ulang. Untuk lebih jelasnya sebagai berikut:

·                               ·         Digunakan untuk menyatakan Kebenaran umum(general truth)
1.   The sun sunsets in the west
2.   Water drifts from the higher place to the the lower one.
3.   The moon is round like a ball
4.   Indonesia has two seasons, Wet and dry seasons.

·    Digunakan untuk menyatakan kebiasaan yang berulang(Habitual actions)
1.   I teach English at MTs Darul Hikmah every Monday, Tuesday and Thursday.
2.   Mother has lunch at 01 p.m.
3.   They play football in the afternoon.
4.   We take a bath twice a day.

·     Digunakan untuk menyatakan kegiatan yang sudah direncanakan atau terjadwal.
1.   The course begins at nine o’clock.
2.   She meets her fans on Sunday
3.   When does the match start?

· Digunakan untuk untuk menyatakan kegiatan yang terjadi sekarang.
1.   I sit beside you
2.   He is in his bedroom now.
                   3. They have much money

Simple Present memiliki dua bentuk kalimat yaitu Kalimat nominal dan kalimat verbal. Kalimat Nominal adalah Kalimat yang di dalamnya tidak terdapat verb. Di dalam kalimat nominal biasanya terdapat adjective, noun, adverb dll. Sedangkan kalimat verbal adalah kalimat yang di dalamnya terdapat verb.


Contoh Kalimat nominal:

1.   My mother is happy.
2.   He is handsome.
3.   We are in the classroom.
4.   Arman is a doctor.


Contoh Kalimat Verbal:

1.   My father goes to his office by car.
2.   The cat catches the mouse everyday.
3.   Buffaloes eat grass.
4.   Shinta makes a cake on Wednesday.
5.   They visit their friend every Sunday.


Rumus untuk Kalimat Nominal:

Affirmative/positif (+): S + to be + adj/noun/adverb
Negative: (-): S + to be + not + adj/noun/adverb
Interogative/Question (?): To be + S + adj/noun/adverb?

Subject: I menggunakan to be am
Subject: You, we, they menggunakan are
Subject: He, she, it menggunakan is


Rumus kalimat verbal :

Affirmative/positif (+):
S + V1 + O + adv + …

Negative: (-):
S + V1 + does not/do not + O + adv + …

Interogative/Question (?):
Does/do + S +V1 + O + Adv + …

o   He, she it kata kerjanya(V1) ditambah s/es
o   I, you we, they kata kerjanya(V1) masih utuh
o   Untuk membuat kalimat negative maupun pertanyaan digunakan kata bantu do/does
o   Untuk Subject He, she, it kata kerjanya tanpa s/es di dalam kalimat negative maupun pertanyaan.


Contoh Penggunaan kalimat nominal dan verbal dengan bentuk negative daninterrogative.

1.   Aryo Yoso is a teacher.
(-)Aryo Yoso is not a teacher.
(?) Is Aryo Yoso a teacher? Yes, he is atau No, he is not (isn't).

2.   We are sad to hear the news.
We are not sad to hear the news.
Are we sad to hear the news?

3.   Ronaldo kicks the ball beautifully.
Ronaldo does not kick the ball beautifully.
Does Ronaldo kick the ball beautifully?

4.   They go to Bali every year.
They don’t go to Bali evey year.
Do they go to Bali every year? Yes, They do atau No, they do not (don't)


Aturan kata kerja untuk orang ketiga tunggal He, she it yang ditambah akhiran s/es:

1.   Verb (kata kerja) yang berakhiran -s, -sh, -ch, -x, -z, atau -o
mendapatkan akhiran -es.
Contoh:
Guess menjadi goes
Wash menjadi washes
Watch menjadi watches
Go menjadi goes
Etc.

2.   Verb (kata kerja) yang berakhiran -y, yang didahului oleh
huruf mati (consonant) mendapatkan akhiran -es
dengan merubah akhiran -y menjadi -i.
Contoh:
Dye menjadi dies
Cry menjadi cries
Study menjadi studies

3.     Verb (kata kerja) yang berakhiran -y, yang didahului oleh huruf hidup (vowel), medapatkan akhiran -s dengan tidak mengubah akhiran -y menjadi –i
Contoh:
Stay menjadi stays
Enjoy menjadi enjoys

4.     Selain aturan Verb (kata kerja) di atas, mendapatkan akhiran -s.
      Contoh:
      Sing menjadi sings
      Cook menjadi cooks
      Read menjadi reads
      Etc.

5.     Khusus untuk verb Have berubah menjadi has jika menggunakan subject       Orang ketiga tunggal seperti: He, she dan it.



Demikian ulasan tentang Materi Simple Present Tense yang dapat penulis sajikan. Semoga bermanfaat bagi pembaca. Amin. 

http://bahasainggrissmp-mts.blogspot.co.id/2013/11/simple-present-tense-untuk-smpmts.html

Kamis, 29 Oktober 2015

10.08 - No comments

Motivation



Pemimpin itu harus siap dikritik, mau baik juga dikritik apalagi buruk, seperti Lukman dan anaknya, ketika mereka melakukan perjalanan dengan naik keledai yang kecil, lantas apa kata orang? Mereka mengatakan “Hei Lukman kejam sekali keledai kecil itu kamu naiki berdua dengan anakkmu, kemudian sang Lukman turun dan anaknya naik ledeai tersebut lalu apa kata orang mereka berkata, “Hei, kau anka durhaka, bapak mu di suruh jalan sedangkan kau enak-enakkan naik di atas.”, lalu turunlah anakanya dan Lukman naik di atas lantas apa kata orang, “Hei Lukman, kau ini tak tahu diri anak mu suruh jalan, tapi kau enak-enakkan di atas, ayah macam apa kau ini.” Kemudian turunlah Lukman dan mereka berjalan berdua menuntun keledai tersebut, lalu apa kata orang? Mereka berkata, “bodoh sekali kalian, Allah berikan kenikmatan daengan mengendarai keledai tersebut tapi kalian tidak menaikinya,”

Begitulah kehidupan, jadi tiap-tiap jiwa wajib menjadi pemimpin dirinya sendiri, memimpin dari apa? Dari hawa nafsu untuk berbuat buruk. Karena tiap-tiap jiwa akan menemui Rabb-Nya dalam keadaannya masing-masing, dan mempertanggungjawabkan segala apa yang telah dilakukan di dunia selama hidupnya.

Rabu, 01 April 2015

23.51 - No comments

Sekolah Dasar Negeri

Sidorejo Lor
anak kecil itu berdiam diri diangkot merah yang aku naiki. Aku sedikit terlambat, pagi ini aku ada kuliah jam 7 dan aku hampir terbiasa dengan posisi telat, tapi aku juga tak ingin terus telat seperti ini, aku duduk di bangku tepat di belakang pak sopir, seperti lagu saja "kududuk disamping pak kusir" bedanya aku dibelakangnya, hehhehe.Di sampingku sudah ada seorang anak SD, pagi ini kendaraan sangat padat merayap, kudapati banyak motor lalu-lalang di depan gerbang SD itu. Seragam putih-merah yang ia kenakan sangat mengena dihati, aku seperti memasuki dimensi waktu dan kembali ke masa lalu. Dibalik kaca jendela angkot, aku tersenyum simpul melihat mereka memasuki gerbang menuju pintu kesuksesan yang akan mereka dapati beberapa puluh tahun lagi.
     Rasanya aku belum puas memandang adek manis dusampingku ini, wajahnya yang polos dan teduh, harum minyak kayu putih semerbak tercium, "ibunya pasti sangat ingin dia selalu dalam keadaan hangat." Aku teringat waktu dulu ibu sering sekali ngomel kalau aku tak pakai minyak kayu putih, kata ibu agar aku gak kedinginan, kalau aku selalu lelet menempatkan alat tulisku di tas ibu selalu marah dan memasukan alatku satu persatu kedalam tas. Kini aku menyadari ternyata marah ibu adalah bertanda ia sangat menyayangiku.
    Kembali aku pandangi adek manis ini, ia terlihat menguap sepertinya dia masih mengantuk, "wah jangan-jangan adiknya begadang nonton bola nih,?hihhi" pikiran jailku berkelana.
Aku mungkin tak mengerti arti bekerja keras, mungkin aku tak tahu bagaimana cara ibu untuk mencari uang untuk sesuap nasi bahkan biaya untuk sekolahku, aku tak pernah tau segala perjuangan itu, hingga aku melakukan segalanya semauku, tanpa aku memikirkan susahnya ibu berusaha keras untukku. Dia ingin aku menjadi lebih baik darinya, dia selalu menjadi garda terdepan saat semua masalah datang menyerang, saat suasana hatiku tak menentu ibu selalu perihatin akan keadaanku. Minyak kayu putih yang dulu menghangtkan tubuhku kini telah berganti parfum wangi yang membuatku lupa merasakan hangatnya minyak kayu putih, aku sering tak menghiraukan nasehat ibu, aku sering tak peduli dengan semua perhatian yang ibu berikan. Hingga aku sering melukai perasaan ibu. jarak telah memisahkan aku dan ibu, tapi aku tetap merasakan cintanya, sekalipun aku berada jauh ibu selalu sempat menanyakan padaku "sudah makan belum?" Begitu sms yang kuterima setiap pagi sebelum aku berangkat kuliah. Ibu engkau memang malaikatku.
     Aku termenung sangat lama dalam angkot, tak terasa aku sudah sampai di kampus. "Waktu berjalan cepat sekali." Aku bergumam pada diri sendiri. Bahkan baru sebentar aku memandangi anak kecil itu memasuki pintu kelas dan dengan sekejap aku tersadar dari lamunanku. "Aku jadi kangen ibu :)" kulangkahkan kaki menuju kelas dengan senyuman untuk mengawali kebaikan dan menjadi sebuah doa dariku untuk ibu.

Minggu, 01 Maret 2015

07.56 - No comments

Lagi Pengen Mengharu Biru

malam semakin sunyi dan semakin senyap
desiran angin malam menyapa sinis masuk ke ruasruas rusukku.
suara jangkrik menemani perjalanan jari-jari pada keyboard ini..
"sunyi sekali." pikirku, tapi sekali lagi aku tahu ini tak sesunyi yang kubanyangkan, entah mungkin ada saja yang menemaniku,tapi mungkin aku tak bisa melihatnya,"hehehe, horror" itu pasti pikiran kalian?hehehe .
tentu bukan seperti itu, ada 2 malaikat yang selalu menemaniku, mencatat amal baik dan amal burukku.
terlebih ada Allah yang selalu mengawasiku, juga mengawasi malaikat pencatat "mungkin biar malaikatnya gak salah nulis, ya?" heheh. pikiran jailku menggelitik pikiranku.
Hmm. aku sadar aku tak pernah sendiri.

ada DIA yang selalu menemani. siapa lagi kalau bukan dzat yang Maha Sempurna, dzat yang tak pernah tidur,"Ah, aku bisa cerita apa saja setiap waktu, kepadaNYA, aku rasa ia tak pernah bosan mendengar ceritaku."
aku mulai teringat dengan satu janjinya,"Berdoalah padaku, niscaya akan kuperkenankan untukmu,(Ghafir:60)."
aku menjadi yakin bahwa semua masalah ada solusinya. dengnNYA aku berpasrah menyerahkan apa yang tak bisa aku lakukan, begitulah seharusnya. kita tak boleh berputus asa, jika kita pernah gagal, Allah masih berikan peluang unuk tidak menyerah menghadapinya, teringat dalam surat cintanya,"Jangan berputus asa dari rahmat Allah(Yusuf:12)."
betapa ia sangat menyayangi kita agar kita tak pernah putus asa dalam mengharap ampunan dan rahmatNYA,,


#‎_Dontgiveup‬

07.52 - No comments

Anak Hebat


Dengan tubuh yang mungil dan pakaian seadaanya ia menghampiriku seraya tersenyum manis padaku,
"Dia lucu sekali." kagumku padanya.
 "Namanya siapa adek manis,?" dia hanya diam mendengar pertanyaanku,
"Eh, tapi..." aku termenung sejenak, sepertinya dia ingin mengucapkan sesuatu tapi aku tak mengerti apa yang dia katakan padaku.
Aku hanya tersenyum dan berusaha memahami apa yang ingin dia sampaikan padaku.
"Oh, manis sekali." aku terkagum ia menunjukiku sebuah buku mungkin ia ingin aku membaca untuknya.
Aku bersedia melakukannya dengan senang hati, tak kusangka begitu hebat anak ini, ia mungkin punya banyak kekurangan bahkan tubuh mungilnya yang tak begitu terawat membuat ia terlihat buruk dari anak-anak lainya, ah, tapi sekali lagi ia anak yang hebat bagiku, semangat yang tak pernah surut untuk tetap menimba ilmu dengan buku yang ia berikan padaku, aku tersenyum memandangnya. begitu mulia anak ini, ia penuh kekurangan tapi ia dikaruniai kelebihan yang tak dipunyai oleh orang yang sempurna. Ia yang kurang dari segi fisik, hal ini tak membuatnya berkecil hati, ia tetap ingin mengetahui dunia dengan ilmu. Ia sangat lucu.

"Bagaimana denganku? bagaimana dengan semangatku untuk mencari ilmu? bahkan aku dikaruniai fisik yang lebih sempurna dari anak itu? sekali lagi Allah menegur niatku dalam mencari ilmu melalui dia." Anak itu talah membangkitkan semangatku,
"Terimaksih dek, kau telah mengajari aku sesuatu yang sedikit aku lupakan selama ini" aku berbisik dalam hati sembari tersenyum padanya.
‪#‎smile‬

07.49 - No comments

Malaikatku

Duhai, Ibu .. wajahmu enggan berpaling dari ingatanku..
Aku telah jauh dari ibu..
mereka bilang aku pergi untuk mencari ilmu..
sering aku membayangkan dulu ketika aku masih kecil tak pernah ingin jauh dari ibu..
teringat jelas waktu itu aku merengek minta ibu membelikanku majalah Bobo edisi terbaru, ibu segera menuruti keinginanku..
Sering aku iri melihat mereka yang keinginannya selalu terpenuhi..
ketika aku mint ini itu pada ibu, ia selalu mencoba mewujudkannya meski harus pinjam sana sini..
Tapi kini ketika aku mulai remaja beranjak dewasa,
aku telah sedikit lebih jauh dari ibu..
aku tak ada disisinya ketika ia butuhkan ku..
bahkan di kejauhanpun ia masih saja memnuhi segala kebutuhanku..
aku malu pada ibu..
ibu yang kuat..
ibu yang rela melakukan apapun demi aku..
tapi aku tak akan bisa membalas jasa-jasa ibu dalm hidupkku,

pernahkah kalian seperti ku?
dikala dekat sering mengacuhkannya
dikala jauh aku sangat merindukannya
pernahkah berfikir, kita yang jauh dari sisinya ketika sebulan pulang, setahun, bahkan 2 tahun sekali, pernahkah kalian melihat guratan itu semakin jelas..
kerutan-kerutan dahinya semakin nampak berlipat-lipat..
ia ibu yang kita cintai semakin lama semakin tua..
ketika pulang kita mendapatinya dalam keadaan semakin lemah dan semakin lemah..
Aku tak melihat pancarannya sesegar dulu..
meski aku masih bisa melihat cahaya yang begitu terang ketika ia mendapati aku pulang dan berada dipelukannya.
kebahagiaan yang sama aku rasakan seperti waktu dulu..
pancaran cintanya tak pernah surut, bahkan masih tetap pasang meski ia tak sekuat dulu..
Ibu, cintamu tak pernah surut meski aku telah jauh darimu
sayangmu tak pernah berkurang meski aku sering mengecewakanmu..
engkau adalah telaga bagi gurun pasir segersang diriku..
Ya, Allah jaga ibu saat aku berada jauh darinya,,
kutitipka doa bersama kepingan rindu untuknya..
aku sangat menyayanginya, ampuni ia atas segala kekhilafannya ,,
Ia mungkin khilaf karena aku,
karena ia terlalu menyayangiku hingga ia lupa akan kewajibannya padaMU,maafkan Ia .. jaga ibu untuukku ya Allah..
aamiin,
amin kan bersama untuk ibu masing-masing yang berada jauh dirumah, atau dimanapun, dan mungkin yang sedang Allah persiapkan disurga untuknya :)
‪#‎salamsayangdarianak_anakmu‬:)

Kamis, 12 Februari 2015

09.42 - No comments

Jadikan Setiap Tempat Adalah Sekolah Bagimu



Pagi yang cerah ini nampak sangat membuat semua orang bergegas untuk melakukan aktivitasnya, dari seorang pejabat, guru, karyawan hingga petani pun nampak sibuk dengan urusan mereka masing-masing. Begitu pula aku yang tak sabar memulai pagi ini dengan aktivitas baru.
”Uhft... liburan kali ini harus berkesaan ataukah biasa-biasa saja ya!?” desahku, hanya bisa menikmati udara pagi yang berhembus mesra menerpa wajahku.
Sembari ku pejamkan mata ini sambil berbisik dalam hati, “Tuhan ... terimakasih atas rahmatMu pagi ini, dengan udara yang segar ini Kau sadarkan kami betapa besar AgungMu tak mampu sedikitpun aku sandingkan ini dengan keindahan apapun.” Dengan senyum mengembang aku buka perlahan kedua mataku memandang sekeliling hanya pemandangan indah yang ku tuju.
“Mbak... Koran datang!” Teriak seseorang dibawah, aku pun bergegas menuju kebawah untuk menemui bapak penjual koran tersebut.
Ya begitulah keseharian di rumah nenek, setiap pagi selalu berlangganan koran, karena kakek lebih senang membaca berita dari koran daripada harus menonton teve, dan kebetulan rumah kakek berada disebuah pedesaaan yang masih alami. Dan setiap liburan aku selalu mengunjungi mereka salah satu alasannya karena disini pemandangannya sangat indah dan jauh dari polusi yang selalu aku temui disisi kota yang penuh polusi.
Kebiasaan kakekku memang tak seperti kebiasaan warga kampung lainnya. Kakek ku terbilang orang yang berkecukupan dan memang tersohor di desa ini, namun kakek terkenal bukan karena kekayaan yang dia miliki tapi karena kedermawanannya. Meski kakek memiliki banyak harta tapi kakek tak pernah membanggakan itu semua, justru kedermawanannya lah yang menjadikan ia seperti sekarang ini.
Kakek memilki beberapa sawah dan tambak ikan di desa ini yang sebagian besar dikelola warga sekitar,
“Hal ini juga bertujuan agar dapat memajukan desa tercinta.” kakek selalu berkata demikian ini ketika orang-orang mulai memuji harta yang dimilikinya,
kakek selalu bercita-cita ingin memajukan desanya dari segi kulitas maupun kuantitas serta komoditas bahan pangan pokok dan kebutuhan lainnya, meskipun kakek sudah bukan menjadi perangkat desa lagi tapi kakek tetap peduli dengan lingkungan serta desa tempat tinggalnya. Ya, begitulah kakek dulunya adalah seorang lurah desa waktu masih muda. Ini adalah salah satu alasan yang membuat aku betah ketika aku berkunjung kerumah kakek selain desanya alami warganya pun ramah, tapi ada hal lain yang selalu aku tunggu-tunggu ketika liburan tiba yaitu mendengarkan cerita kakek yang penuh dengan kata-kata bijak.
“Terimakasih pak Man!” terdengar suara parau dibelakangku, dan itu kakekku.
Lamunanku pun buyar  sejenak, aku segera bergegas masuk untuk memberikan koran pada kakek. “Ini Kek, korannya. Hari ini ada berita menarik sepertinya Kek,”
sembari duduk kakek mengambil kacamata kunonya yang selalu menemani kakek dan menjadi saksi berbagai buku yang telah dibaca kakek, lembar demi lembar dibukanya, dibacanya koran itu dengan seksama,
” Hmm.. kamu benar cucuku .. ada berbagai kasus dikoran, pada halaman utama ada kasus korupsi, biasa pejabat tinggi negara, halaman kedua terdapat kasus pencurian, halaman berikutnya kasus perkelahian antar mahasiswa, wah... Nduk kamu jangan sampai beginian ya Nduk. Dijaga betul dirimu ya, ckckck ini berita selalu ada-ada saja.” Gumamnya tanpa heran karena sudah sering kasus yang sama mencuat beberapa kali kepermukaan, dan rasanya bukan menjadi rahasia lagi.
“Iya, Kek, aku mana mungkin seperti itu. Aku kan cucu kakek yang baik dan lucu, nggemesin lagi. Ya kan Kek.” Sambil lembut memanja kepada kakek.
“Kamu ini selalu bisa buat kakek gemes..” balas kakek kepadaku.
“Memang sekarang banyak kasus demikian, pejabat itu terlalu tamak akan harta ya Kek,” pancingku pada kakek, tujuannya sih sederhana agar kakek mau bercerita dan memberikan kata-kata bijaknya, meskipun tanpa diminta kakek juga sering  memberiku nasehat yang bermakna sekali.
“Iya, kamu tahu sendiri manusia mana ada puasnya. Sudah dikasih hati minta jantung. Coba saja mereka bisa mensyukuri apa yang telah mereka dapat, tentu hal ini tak akan pernah terjadi dinegeri tercinta ini.”
Aku memperhatikan apa yang dikatakan oleh kakek dengan seksama dan penuh rasa ingin tahu. Kakek memandangiku sejenak lalu tersenyum melihatku memperhatikannya dengan khusyu’  dan kemudian melanjutkan ceritanya sembari bertanya padaku, “Kenapa kamu memandangi kakek seperti itu?”
singkat saja jawaban yang terlontar dariku “Aku kan ingin dengar wejangan dan nasehat dari kakek, hehehe. Ayo kek, lanjutkan ceritanya!” rengekku padanya.
“Ya begitulah Nduk, ikut kakek yuk!” seraya berjalan keluar halaman rumah,
“sepertinya aku akan diajak jalan-jalan sekitar kampung ini.” Pikirku dalam hati.
Aku mengikuti kakek dari belakang karena kakek terlampau cepat jalannya duh, aku kerepotan berlari, “Tunggu Kek, Kakek cepat sekali jalannya !”
“Kamu ini masih muda tapi seperti sudah tua saja, berjalan segitu saja sudah mengeluh kamu Nduk, bagaimana mau jalan jauh coba. Orang jaman dulu itu belum ada kendaraan, mobil, sepeda dan orang jaman dulu selalu jalan kaki untuk mencapai tujuan tempat yang jauh.” Jawab kakek kepadaku.
“Yah.. Kakek, aku kan belum terbiasa Kek, Kita mau kemana sih Kek?” sahutku sambil menghela nafas yang tersengal-sengal karena mengejar kakek.
“Sudah ikuti saja!”
Tanpa pikir panjang aku ikuti kakek menuju tempat tambak ikan milik kakek yang terletak tidak begitu jauh dari rumah kakek, tapi cukup membuat nafasku tersengal menuju kesana, dan disana ada kolam berisi gurame dan kawan-kawannya, sedangkan yang lain tambak ikan lele.
“Kamu lihat itu, Nduk?”tanya kakek padaku.
“Iya Kek, itu kolam ikan lele yang disana ada kolam ikan gurame.” Jawabku polos.
“Iya, lalu?” pertanyaan kakek yang membuatku semakin bingung,
“apa alasan kakek sebenarnya mengajak aku kesini?” pikirku dalam hati.
“Maksutnya? Aku belum mengerti maksud kakek.”
“Kamu tahu mengapa ikan yang berbeda dipisah dengan kolam yang berbeda?” pertanya kakek terdengar lucu bagiku, sedang aku belum mengerti hal apa yang ingin disampaikan kakaek padaku.
“Jelas karena lele dan gurame itu ikan yang berbeda kan Kek, meskipun tak menutup kemungkinan lele dan gurame bisa saling hidup ditempat yang sama. Pemisahan keduanya agar pemilik ikan dapat dengan mudah mengelompokan dalam satu wadah ketika di panen kelak.” Kujawab sekenaku.
Kakek hanya tersenyum sambil mengangguk-anggukan kepalanya.
“Kakek, aku berbicara panjang kali lebar kali tinggi, tapi aku belum paham maksud kakek,”
“Nduk, apa yang kamu katakan tadi benar sekali, coba sekarang kita lebih dekat melihat lebih dekat!”
Aku hanya manggut saja mengikuti arah kakek melangkah menuju kolam di seberang yang agak jauh dari tempatku berdiri.
“Iya, itulah sebabnya kakek mengajakmu kesini, tadi pertama kamu bilang mereka itu ikan-ikan yang yang berbeda, meskipun sama-sama ikan dan hidup di air tetap saja jenis mereka berbeda. Dan tujuannya memisahkan perbedaan tersebut agar pemilik ikan dapat dengan mudah mengelompokan dalam satu wadah ketika di panen kelak. Begitu pula manusia. Sejatinya semua manusia adalah sama, tapi meski sama-sama manusia tapi setiap orang memiliki sifat, watak, pandangan, pendapat, kepribadian yang berbeda, antara satu sama lain tidak akan sama. Tapi allah tidak pernah membeda-bedakan kita atas jenis dan rupa, tapi kelak dipadang mahsyar Allah akan mengumpilkan kita berdasarkan amal perbuatan kita, entah kita termasuk pada golongan kanan atau golongan kiri, seperti yang dijelaskan pada alquran surat Al-Waqi’ah ayat 1-9 yang artinya seperti ini :
Apabila terjadi hari kiamat, terjadinya kiamat itu tidak dapat didustakan (disangkal). (Kejadian itu) merendahkan (satu golongan) dan meninggikan (golongan yang lain), apabila bumi digoncangkan sedahsyat-dahsyatnya dan gunung-gunung dihancur luluhkan sehancur-hancurnya, maka jadilah dia debu yang beterbangan  dan kamu menjadi tiga golongan .Yaitu golongan kanan. Alangkah mulianya golongan kanan itu. Dan golongan kiri. Alangkah sengsaranya golongan kiri itu. . Dan orang-orang yang paling dahulu beriman, merekalah yang paling dulu (masuk surga).

Dan dijelaskan pula pada surat yang lain :

Dan ditiuplah sangkakala, maka matilah siapa yang di langit dan di bumi kecuali siapa yang dikehendaki Allah. Kemudian ditiup sangkakala itu sekali lagi, maka tiba-tiba mereka berdiri menunggu (putusannya masing-masing). Dan terang benderanglah bumi (padang mahsyar) dengan cahaya (keadilan) Tuhannya; dan diberikanlah buku (perhitungan perbuatan masing-masing) dan didatangkanlah para nabi dan saksi-saksi dan diberi keputusan di antara mereka dengan adil, sedang mereka tidak dirugikan. Dan disempurnakan bagi tiap-tiap jiwa (balasan) apa yang telah dikerjakannya dan Dia lebih mengetahui apa yang mereka kerjakan”. (QS.Az-Zumar(39):68-70).”
 Dan di zaman yang sudah tak memanusiakan manusia ini banyak terjadi kasus-kasus yang menyimpang dari aturan agama, korupsi, pembunuhan, kekerasan dimana-mana, lalu dimana letak Islam saat ini? Hal ini sudah dijelaskan oleh Allah, yang artinya seperti ini :
"(Ingatlah) pada hari (ketika) kamu melihat kegoncangan itu, lalailah semua wanita yang menyusui anaknya dari anak yang disusuinya dan gugurlah kandungan segala wanita yang hamil, dan kamu lihat 3 manusia dalam keadaan mabuk, padahal sebenarnya mereka tidak mabuk, akan tetapi azab Allah itu sangat keras."(QS. Al-Hajj: 2) Setelah terjadinya kerusakan dan kehancuran bumi maka akan terjadi alam dan hidup baru. Muncullah manusia dalam keadaan yang berbedabeda. Orang-orang yang beramal baik di dunia, akan memetik hasilnya kelak di akhirat dan sebaliknya bagi orang yang selalu berbuat kejahatan dan kemaksiatan kelak akan mendapat siksa.

Bahwa jelas akan datang waktu dimana kehancuran manusia akan terjadi. Hal ini seharusnya membuat manusia tersadar akan apa yang harus dilakukan. Apabila akan datang hari yang tak disangka-sangka kita tak akan bisa berbuat apa-apa, habislah kita.” Ucap kakek dengan mengangkat kedua tangannya menggambarkan ketidaktahuannya tentang apa yang harus dilakukan diakhirat kelak ketika sudah tak ada lagi yang bisa dilakukan.
Tentu hal ini membuatku merinding, dan aku sangat terkesima dengan penjelasan kakek tadi, membuatku manggut-manggut dibuatnya. Seketika pikiranku melesat jauh. Aku mulai paham, meski ikan itu sama, tapi mereka adalah berbeda karena kelak waktu dipanen, sang pemilik akan membedakannya dari segi kualitas. Aku pun termenung acapkali terdengar gemuruh air yang merdu mengalir lembut mendamaikan hati, kulihat sosok ikan bermain main disana. Takjub rasanya melihat kuasaNYA,  mungkin bagi sebagian orang nampak biasa saja tapi jika mereka bisa melihat lebih dalam memperhatikan segala ciptaanNYA sungguh luar biasa. Ikan yang tak berakal mampu berenang melawan arus air yang mengalir untuk dapat tetap bertahan hidup, mereka bersaing mencari makan, tanpa harus menyingkirkan lawan. Mereka kesana kemari selalu bersama untuk mencari kehidupan, hidup bersama membuat mereka aman untuk tetap hidup tanpa gangguan lawan. Ikan tahu saat kapan saat ia harus kedasar untuk mencari tempat perlindungan, dan kapan saatnya ia harus kepermukaan untuk mencari sehelai udara dan melirik cahaya sang surya. Ikan telah mengajarkan banyak hal untukku. Belajar untuk hidup bersama mencari arti kehidupan, karna dengan kebersamaan hidup akan aman dari ganguan luar dan kokoh serta damai.

Perlunya membaca setiap hikmah yang ada disekitar kita. Setiap tempat adalah sekolah untuk belajar. Dan setiap orang adalah guru untuk mengajari kita. Hanya bagaimana kita dapat membaca situasi dan kondisi serta belajar dari apa yang telah terjadi disekitar kita. Karna hidup adalah belajar. Sedang Tuhan akan selalu mengawasi segala tingkah laku perbuatan kita, dan akan dipertanggungjawabkan di akhirat kelak. Bagaimana bisa sebagai manusia yang dikaruniai kesempurnaan akal pikiran dan hati membiarkan waktu berlalu tanpa manfaat, dan melewatkan belajar setiap detik dalam hidup kita.
Pikiran itu buyar seketika, kakek mengajakku pulang kerumah karena matahari mulai terik diatas kepala dan akku selalu bersemangat menanti wejangan kakek di lain waktu. Aku pulang untuk istirahat melepas lelah dan aku mulai memiliki semangat baru untuk menyongsong hari esok dengan harapan baru. Akan bertekad untuk mengukir setiap hal yang aku dapati, karena aku yakin semua yang terjadi menyisakan hikmah yang tak terperi.

Ikan ;)