09.36 -
1 comment


Fenomena di Langit Indonesia Tahun 2016
Belum lama ini Indonesia baru saja
digegerkan dengan peristiwa langka yang terjadi pada tanggal 9 Maret 2016 lalu, yaitu gerhana matahari
total yang dapat disaksikan di berbagai provinsi di Indonesia. Sebuah keberuntungan
sendiri bagi Indonesia karena gerhana matahari total terjadi pada tahun 1983,
1988, adan 1995 dan setelah tahun 2016 ini diperkirakan akan terjadi lagi tahun
2030. Fenomena alam yang kebetulan terjadi di Indonesia ini secara otomatis
menyedot sperhatian seluruh masyarakat Indonesia dan juga wisatawan asing untuk
melihat gerhana matahari total. Durasi gerhana matahari total seperti yang
dilaporkan LAPAN pada bulan Maret lalu berlangsung selama 4 menit 9 detik.
Meninggalakan fenomena gerhana matahari
total, kita beralih ke fenomena langit lainnya yang akan banyak terjadi pada
bulan Agustus – Desember. Dilansir dari gegerbanget.com dan kalstro.id,
berikut adalah sederet fenomena alam yang akan terjadi di langit Indonesia dari
bulan Agustus - Desember tahun 2016:
1.
Galaksi
Bima Sakti terlihat di langit malam (Sabtu, 6 Agustus 2016)
Pada
hari sabtu malam masyarakat Indonesia dihimbau untuk mematikan lampu rumahnya
agar mengurangi polusi cahaya. Dengan mengurangi cahaya aka fenomena indah ini
akan terlihat jelas dilangit malam dari arah utara hingga selatan. Beberapa
rasi bintang juga akan terlihat seperti: Scorpion, Cygnus (angsa), Triangle,
Salib (Crux), dan lain-lain.
2.
Puncak
Hujan Meteor Perseids (Kamis, 13 Agustus 2016)
Hujan
meteor ini dapat dikatakan hujan meteor terindah tahun 2016. Diperkirakan Perseids
yang tercatat sebagai hujan meteor yang paling banyak menghasilkan fireball ini
aakan menghasilkan hingga 100 meteor tiap-tiap jam saat puncak. Hujan meteor
ini akan terlihat sekitar lebih dari tengah malam hingga terbit matahari menuju
arah timur laut.
3.
Konjungsi
Venus dan Jupiter (Sabtu, 27 Agustus 2016)
Konjungsi
ini akan terlihat indah di langit senja. Venus terlihat lebih terang dengan
magnitudo -3,9 sedangkan Jupiter sedikit lebih redup dengan -1,7. Keduanya
terletak tidak terlalu tinggi dari horison, mungkin agak susah untuk
melihatnya. Harus mencari medan lapang ke arah barat.
4.
Gerhana
Matahari Sebagian (Kamis, 1 Septerber 2016)
Mmeninggalkan
fenomena gerhana matahari total yang terjadi pada bulan Maret lalu kini kita
beralih ke fenomena gerhana aatahari sebagian di bulan September ini. Fenomena
ini hanyaa bisa disaksikan di wilayah tertentu saja seperti Jawa Tengah,
Jogyakarta, Jawa Barat, Jakarta, Banten dan Lampung. Gerhana sebagian ini
terjdi bersamaan dengan terbenamnya matahari. Jadi sulit untuk diamati.
5.
Gerhana
Bulan Penumbral (Sabtu, 17 September 2016)
Gerhana
bulan penumbral ini kembali menyapa Indonesia dan menjadi penutup serangkaian
gerhana paada tahun 2016. Fenomena ini hanya akan menyebabkan bulan redup
sebagian. Perbedaannya sulit diamati dengan mata telanjang.
6.
Autumal
Equinox (Jum’at, 23 September 2016)
Autumal
Equinox adalah saat dimana matahari berada di perpotongan eliptikal dan ekuatr
setelah sebelumnya berada di utara ekuator. Pada hari ini matahari tepat berada
di katulistiwa (Pontianak, Kalimantan ()) maka panajang siang dan malam di
seluruh belahan bumi sama yaitu 12 jam. Fenomena ini juga menandakan perubahan
musim di belahan bumi Selatan dan Utara.
7.
Bulan
Purnama Perigee/Super Moon (Minggu, 16 Oktober 2016)
Fenomena
ini terjadi ketika bulan mencapai fase purnama di titik terdekat dari bumi,
puncak bulan purnama ini pada siang hari pukul 11.23 WIB. Tapi bulan perigee
asih dapat diamati pada malam hari.
8.
Puncak
Hujan Meteor Orionids (Sabtu, 22 Oktober 2016)
Hujan
meteor ini akan berlangsung sekitar tanggal 2 Oktober samapai 7 November 2016
dan puncaknya pada sabtu dini hari. Langit malam akan dihiasi bintang yang
berjatuhan dari rasi bintang Orion.
9.
Konjungsi
Venus, Jupiter dan Mars (Kamis, 28 Oktober 2016)
Ketiga
planet ini akan terlihat berdekatan berjarak sekitar 2,5 derajat.
10.
Bulan
Perigee Terbesar (Senin, 14 November 2016)
Diameter bulan purnama mencapai 33,5 menit busur dan inilah
fenomena bulan purnama perigee terbesar tahun 2016. Bulan purnama perige ini
akan menjadi paling terang setelah 26 Januari 1948 dan baru akan terkalahkan
pada November 2034. Puncak bulan purnama
ini terjadi pada pukul 20.52 WIB. Fenomena ini dapat disaksikan sepanjang malam
sampai pagi.
11.
Hujan
meteor Gemindis (Senin, 14 Desember 2016)
Pada bulan ini akan kemabli terjadi hujan meteor. Hujan meteor
dapat terlihat setelah lewat tengah malam di langit bagian timur laut.
Demikian beberapa daftar
fenomena di langit Indonesia dari bulan Agustus hingga Desember. Untuk
diketahui saja, bahwa fenomena-fenomena di atsa sifatnya periodik dan dapat
diprediksi jauh-jauh hari. Peristiwa-peristiwa langit lainnya juga terpantau
oleh lembaga resmi yang mengkaaji tentang astronomi seperti NASA dan LAPAN. (Tika)
1 komentar:
Fenomena Langit Selama Tahun 2017
Posting Komentar